http://johnhendrawan.blogspot.com
Friday, October 20, 2006
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1427 H
Kami Mengucapkan:
lahir dan bathin atas segala kekhilafan
Taqaballahu minna wa minkum, minal aidzin wal faidzin.
Semoga kita termasuk orang2 yang beruntung mendapatkan rahmatNya
pengampunan dari segala dosa, dan kembali ke fitrah.
Semoga segala amal ibadah kita selama bulan Ramadhan ini diterima dan mendapatkan pahala dari Allah SWT.
Amien Yaa Robbal'alamien


John and family
Sunday, September 24, 2006
:: MARHABAN YAA RAMADHAN
Marhaban ya Ramadhan,Bulan dimana nafas kita menjadi tasbih, tidur kita menjadi ibadah, amal kita diterima dan do'a kita di ijabah,

Sungguh cantik kain plekat, dipakai orang pergi ke pekan.Puasa Ramadhan semakin dekat, silap dan salah mohon dimaafkan

Berharap padi dalam lesung, yang ada cuma rumpun jerami,harapan hati bertatap langsung, cuma terlayang elewat blog ku ini.

Sebelum cahaya surga padam, Sebelum hidup berakhir,Sebelum pintu tobat tertutup, Sebelum Ramadhan datang,saya mohon maaf lahir dan bathin....

Taqqobalahu Minna Waminkum, Taqoballahu Ya Karim,Marhaban Ya RamadhanAllaahumma baariklanaa fi Sya'ban wa ballighnaa RamadhanYa Rabb, berkahi kami pada bulan Sya'ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan,
Aminn.

Do'a Malaikat Zibril Menjelang Ramadhan "Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:
Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada)
Tidak berma'afan terlebih dahulu antara suami istri;
Tidak berma'afan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.
Maka Rasulullah pun mengatakan Amiin sebanyak 3 kali.
Dapat kita bayangkan, yang berdo'a adalah Malaikat dan yang meng-amiinkan adalah Rasullullah dan para sahabat, dan dilakukan pada hari Jum'at.

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASASEMOGA KITA DAPAT MENJALANKAN IBADAH PUASA DENGAN BAIK

AMIIN...
Tuesday, September 19, 2006
:: Abah, kembalikan tangan Ita
Ini kisah nyata yg lagi heboh di Malaysia, untuk dijadikan pengalaman dan pengajaran...
Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besarmeninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah semasa keluar bekerja. Anaktunggal pasangan ini, perempuan berusia tiga setengah tahun.

Bersendirian di rumah dia kerap dibiarkan pembantunya yang sibuk bekerja bermain diluar, tetapi pintu pagar tetap dikunci. Bermainlah dia samaada berayun-ayun di atas buaian yang dibeli bapanya ataupun memetik bunga raya, bunga kertas dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat sebatang paku karat.Dia pun mencoret semen tempat mobil ayahnya diparkirkan tetapi kerana lantainya terbuat dari marmer, coretan tidak kelihatan. Dicobanya pada mobil baru ayahnya.Ya...kerana mobil itu bewarna gelap, coretannya tampak jelas. Apa lagikanak-kanak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.
Hariitu bapak dan ibunya bermotor ke tempat kerja kerana macet ada perayaan Thaipusam.Setelah penuh coretan yg sebelah kanan dia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya.Kejadian itu berlangsung tanpa disadari si pembantu rumah. Pulang petang itu, terkejut pasangan itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran.

Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, "Kerjaan siapa ini?"Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Diajuga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya.
Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan'Tak tahu...!" "kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?"hardik si isteri lagi.Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata "Ita yg membuat itu abahhh...cantik kan!" katanya sambil memeluk abahnya ingin bermanjaseperti biasa.

Si ayah yang hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil daripohon bunga raya di depannya, terus dipukul kannya berkali2 ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa-apa terlolong-lolong kesakitan sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan.Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa ???Si bapak cukup rakus memukul-mukul tangan kanan dan kemudian tangan kiri anaknya.Setelah si bapak masuk ke rumah dituruti si ibu, pembantu rumah menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.
Dilihatnya telapaktangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembanturumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiram air sambil dia ikutmenangis. Anak kecil itu juga terjerit-jerit menahan kepedihan saatluka2nya itu terkena air.

Si pembantu rumah kemudian menidurkan anak kecil itu.Si bapak sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah.Keesokkan harinya, kedua-dua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu. "Oleskan obat saja!" jawab tuannya, bapak si anak. Pulangdari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si bapak konon mau mengajar anaknya.Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara siibu juga begitu tetapi setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. "Itademam..." jawab pembantunya ringkas. "Kasih minum panadol," jawab siibu.Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya.

Saat dilihat anaknya Ita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Ita terlalu panas. "Sore nanti kita bawa ke klinik. Pukul 5.00siap" kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan ia dirujuk ke hospital kerana keadaannya serius.
Setelah seminggu di rawat inap doktor memanggil bapakdan ibu anak itu."Tidak ada pilihan.." katanya yang mengusulkan agar kedua tangan anakitu dipotong kerana gangren yang terjadi sedah terlalu parah. "Ia sudahbernanah, demi menyelamatkan nyawanya kedua tangannya perlu dipotongdari siku ke bawah" kata doktor.

Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu.Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan. Si ibu meraung merangkul si anak.Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si bapak terketar-ketar madandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar daribilik pembedahan, selepas obat bius yang suntikkan habis, si anak menangis kesakitan.
Dia juga heran2 melihat kedua tangannya berbalut kasa putih.

Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis.Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata."Abah...Mama...Ita tidak akan melakukannya lagi. Ita tak mau ayah pukul.Ita tak mau jahat. Ita sayang abah...sayang mama." katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. "Ita juga sayang KakNarti..." katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuatkan gadis dari Surabaya itu meraung histeris.
"Abah...kembalikan tangan Ita. Untuk apa ambil...Ita janji tdk akanmengulanginya lagi! Bagaimana caranya Ita mau makan nanti? Bagaimana Itamau bermain nanti? Ita janji tdk akan mencoret2 mobil lagi," katanya berulang-ulang.Serasa copot jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya.

Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi, tiada manusia dapat menahannya.
Ingatlah :* jika tidak dapat apa yang kita suka...belajarlah utk menyukai apa ygkita dapat.

* Semarah apapun, janganlah bertindak keterlaluan, apalagi kepada anakyg masih kecil.
Tuesday, August 01, 2006
:: Kekayaan, Kesuksesan, dan Cinta ::
Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah,dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan.Wanita itu tidak mengenal mereka semua. Wanita itu berkata:

Akutidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar.Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk menganjal perut.

Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, Apakah suamimu sudah pulang?

Wanita itu menjawab, Belum, dia sedang keluar.Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suami mu kembali, kata pria itu.Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini,lalu ia berkata pada istrinya,

Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini.Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk kedalam. Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama, kata pria itu hampir bersamaan.

Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran. Salah seorang pria itu berkata, Nama dia Kekayaan, katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, dan sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama Cinta. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa di antara kami yang boleh masuk ke rumahmu.

Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar.Suaminya pun merasa heran. Ohho... menyenangkan sekali. Baiklah,kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan.Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, Sayangku,kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen gandum kita.

Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah.Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta.

Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. Baiklah,ajak masuk si Cinta ini ke dalam. Dan malam ini, Si Cinta menjadi teman santap malam kita.Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. Siapa diantara Anda yang bernama Cinta? Ayo, silahkan masuk, Anda menjaditamu kita malam ini. Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah.

Ohho.. ternyata,kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta.Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga? Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan.

Kalau Anda mengundang si kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Cinta, maka, kemanapun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Di ana ada Cinta,maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah,sebenarnya kami buta. Dan hanya si Cinta yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.
Sunday, July 30, 2006
:: Ultah Ku ke 29 ::
Hu uh,...ternyata tgl 27 july kemaren hari kelahiran ku,...wah ternyata Usia semakin nambah dan nggak kerasa udah 29 th,...waktu cepet banget berjalan,..!!
Thanks buat Ibu sm Arieq yg udah bikin kejutan di hari Ultah Ku, juga buat kerabat, friends and semua orang yg sudah membantu dan deket sama aku selama ini.
Moga aku bisa koreksi diriku sendiri biar bisa tambak bijaksana dan tentu nya tambah dewasa,...hehehehe, kesannya masih Abg yach,..hmmm..hmmm.
Doa Ku moga2 manusia tambah rukun nggak saling iri dan dengki,...Dunia bisa damai jangan ada perang di sana -sini....!!!? pusinggg baca berita kalau isi nya banyak orang mati sia2 cuma Ego seorang pemimpin.
Hope Allah bless me and for All friends over the world
Thursday, June 22, 2006
:: Dengki ::
Oleh: Nadirsyah Hosen

Di suatu hari Nabi sedang duduk di Masjid bersama para sahabatnya. Tiba-tiba Nabi berseru, "akan datang penghuni surga." Serentak para sahabat memandang ke arah pintu. Ternyata datanglah seorang sahabat yang memberi salam pada mejelis Nabi lalu shalat.Keesokan harinya lagi, pada situasi yang sama, Rasul berseru, "Akan datang penghuni surga." Tiba-tiba hadir dari arah pintu sahabat yang kemaren juga digelari Rasul penghuni surga.
Selepas bubarnya mejelis Nabi, seorang sahabat mengejar "penghuni surga" tersebut. Ia berkata, "maafkan saya wahai saudaraku. Aku bertengkar dengan keluargaku bolehkah aku barang satu-dua hari menginap di rumahmu?"
"Penghuni surga" ini lalu berkata, "baiklah..." Satu hari berlalu, dua hari berlalu dan tiga hari pun berlalu.

Akhirnya sahabat ini tak tahan dan berkata pada "penghuni surga". "Wahai saudaraku sebenarnya aku telah berbohon padamu. Aku tak bertengkar dengan keluargaku. Aku bermalam di rumahmu untuk melihat apa amalanmu karena aku mendengar rasul menyebutmu penghuni surga. Tapi setelah aku perhatikan amalan mu sama dengan apa yang aku kerjakan. Aku jadi tak mengerti....."
"Penghuni surga" itu menjawab, "maafkan aku, memang inilah aku! Ibadah yang aku jalankan tidak kurang- tidak lebih sebagaimana yang engkau saksikan selama tiga hari ini. Aku tak tahu mengapa Rasul menyebutku "penghuni surga".

Sahabat itu lalu pergi meninggalkan "penghuni surga". Tiba-tiba "penghuni surga" itu memanggil sahabat tersebut. "Saudaraku, aku jadi teringat sesuatu. Aku tak pernah dengki pada sesama muslim. Mungkin ini......"
Sahabat tersebut langsung berseru, "ini dia yang membedakan engkau dengan kami. Ini dia rahasianya mengapa Rasul menyebutmu penghuni surga. Ini yang tak dapat kami lakukan."
Ternyata, soal dengki ini bukan persoalan sepele. Ada seorang tukang sate di tempat saya. Alhamdulillah satenya yang memang empuk itu laris bukan main. Tetangganya mulai mencibir dan menuduh si Tukang sate memelihara tuyul. Ketika anak si Tukang Sate kecelakaan, lagi-lagi tetangganya mencibir, "rasakan! itulah tumbal akibat main tuyul!"

Lihatlah kita. Apakah kita bertingkah laku persis tetangga Tukang Sate tersebut? Kita tak rela kalau saudara kita memiliki nilai "lebih" di mata kita. Repotnya, rumput tetangga itu biasanya terlihat lebih "hijau" dibanding rumput kita. Kita dengki dengan keberhasilan saudara kita.
Ada seorang wanita karir yang berhasil. Karena beban kerjanya dia sering kerja lembur sampai baru pulang saat larut malam. Tetangganya menuduh ia wanita jalang. Ketika dari hasil jerih payahnya ia mampu membeli mobil, tetangganya ribut lagi, kali ini ia disebut "simpanan seorang bos".
Masya Allah! Bukannya belajar dari keberhasilan saudara kita tersebut, kita malah mencibir dan menuduhnya yang bukan-bukan.

Dengki adalah persoalan hati. Dari dengki biasanya lahir buruk sangka, kemudian dari buruk sangka biasanya lahir fitnah dan tuduhan, untuk menyebarkan fitnah ini kita bergosip kemana-mana sambil menggunjingkan perilaku orang tersebut.

Lihatlah, bermula dari dengki kemudian menyusul perbuatan dosa yang lain!
Sulit sekali menghilangkan rasa dengki tersebut. Untuk itu marilah kita minta perlindungan-Nya:
"Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami dan janganlah Engkau membiarkan KEDENGKIAN dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." (QS 59:10)
search

Me
My Photo
Name: john hendra
Location: Doha, Qatar
I just let all the things like the river goes to the sea,,
my heart is my soul...i like to think everything just with my soul..
Recent Post
Archieves
Gallery
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from john77.
Shotbox
Music Theme


Links


Digest
counter



You're The visitor No
free hit counters
Designed-by

credits

Powered by

Powered by Blogger

Today


Qatar Clock

Indonesia Clock